Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Wednesday, April 25, 2018

Sosialisasi KPU Kepada Warga Binaan

Sambut Tahun Politik, KPU Kabupaten Pasuruan Beri Sosialisasi ke Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bangil
Menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan dan Gubernur/Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur, pagi ini (25/04) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan melakukan sosialisasi kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bangil. Seluruh tahanan dan narapidana menyimak dengan serius materi yang disampaikan. Maklum, akses informasi yang dapat mereka peroleh tidak seluas dibandingkan apabila mereka ada di luar tembok berduri.
Titin Wahyuningsih, S.Ag., M.Si., anggota KPU Kabupaten Pasuruan menyampaikan materi-materi seputar pilkada esok, mulai dari kriteria pemilih yang memiliki hak suara hingga calon pasangan bupati dan gubernur yang akan memimpin 5 tahun mendatang kelak. Lulusan Universitas Wijaya Putra itu juga berharap semua WBP yang telah tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT) di Rutan Bangil menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos surat suara, "Ban gembos sampai prigen, Lek gak nyoblos gak keren" kata Ibu Titin.









Share:

Friday, April 20, 2018

Bersihkan Taman Makam Pahlawan dan Donor Darah

Dalam rangka rangkaian semarak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54 Tahun 2018, pagi hari ini seluruh pegawai serta 15 perwakilan narapidana terpilih dari Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil (Rutan Bangil) melakukan kerja bakti pembersihan Taman Makam Pahlawan Bangil. Kegiatan yang pengamanannya turut dikawal oleh personil Polsek Bangil tersebut dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Andik Prasetyo mengatakan bahwa ini adalah sebagai salah satu bentuk balas jasa terhadap para pahlawan, "Ir. Soekarno berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Ini adalah satu bentuk kecil dari rasa balas budi kita terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang mengorbankan harta, raga dan nyawa mereka demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Selagi bersih-bersih, mari kita sembari mendoakan agar dosa-dosa beliau-beliau diampuni, dan kita sebagai generasi penerus bangsa dapat melanjutkan perjuangan untuk semakin memajukan bangsa Indonesia." tegasnya saat memberi pengarahan kepada seluruh peserta kerja bakti.
Seusai kerja bakti, rombongan pegawai Rutan Bangil meluncur ke unit PMI RSUD Bangil untuk melakukan donor darah. Widyawati, Kasubsi Pelayanan Tahanan sangat mendukung kegiatan ini. "Setetes darah kita sangat bermanfaat untuk nyawa orang lain. Mari kita galakkan berdonor darah, selain sebagai bentuk sumbangsih terhadap sesama, donor darah sebetulnya juga menjaga kesehatan tubuh kita. Mengurangi kolesterol, membakar kalori, menurunkan resiko kanker dan banyak lainnya."
Semoga kedua kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Pemasyarakatan telah PASTI SMART.














Share:

Thursday, April 19, 2018

Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi WBP Rutan Bangil


Anggota TNI dari Koramil Bangil mengunjungi Rumah Tahanan Negara Bangil untuk melakukan kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Pembinaan Kesadaran Bela Negara” bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Bangil yang bertujuan untuk Menumbuhkan rasa Nasionalisme dan rasa Patriotisme
Bela negara dalam arti luas merupakan sebuah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Pembelaan negara bukan semata-mata tugas TNI, tetapi segenap warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Hal ini selaras dengan penyampaian kedua Narasumber yang memberikan materi “Kesadaran Bela Negara”, yaitu Bapak Shafari dan Bapak Wirawan. Menurut beliau Bela Negara dalam arti sempit dapat diartikan sebagai “Taat atau Patuh”. Sedangkan dalam arti luas dapat diartikan dengan “Kewajiban setiap warga negara dalam menjaga stabilitas keamanan Negara”.
Dalam artian sempit perumpamaan yang diberikan beliau adalah kepatuhan para Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah melanggar hukum, supaya tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang diterapkan di Rumah Tahanan Negara Bangil. Sedangkan dalam artian luas perumpamaan kesadaran Bela Negara tidak semata-mata dilimpahkan pada oknum-oknum penegak hukum saja, melainkan seluruh warga negara Indonesia. Sebab hal ini sudah tercantum dalam UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.
Maksud dari pasal tersebut adalah menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama, yaitu hak untuk ikut serta dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara. Yang berarti warga negara diharuskan supaya dapat ikut serta dalam usaha mempertahankan negara dari gangguan serta ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Bela negara dapat diawali dari rasa persatuan demi terciptanya rasa kekompakkan. Contoh lingkup terkecil dalam bela negara adalah dengan koordinasi pengamanan dari lingkup Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dll. Rasa persatuan ini sesuai dengan semboyan Pancasila “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu juga”. Dari adanya perbedaan akan menimbulkan rasa persatuan. Sehingga semakin menguatkan timbulnya rasa kesadaran Bela Negara.







Share:

Tuesday, April 17, 2018

WBP Rutan Bangil Memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439

Rutan Bangil bekerja sama dengan Kemenag kabupaten Pasuruan mengadakan kegiatan tausiyah untuk Warga Binaan dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1439.
Kegiatan dibuka dengan Hadroh / Al – Banjari oleh warga binaan dan tausiyah yang dibuka oleh Ustadzah Imamah, dilanjutkan dengan Cerdas Cermat yang pertanyaannya tentang pengetahuan keagamaan dari perwakilan tiap - tiap Blok untuk memeriahkan isra miraj pada hari ini.
Sebelum kegiatan berakhir, seluruh para hadirin termasuk warga binaan rutan bangil makan bersama dan tausiyah oleh Habib Hasan dari Kraksaan Probolinggo.






Share:

Monday, April 16, 2018

Penggeledahan Blok Hunian Rutan Bangil

Dalam rangka peringatan hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-54 seluruh Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara secara serentak menggelar penggeledahan di dalam UPT masing-masing, tidak terkecuali Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan Kondisi Lapas/Rutan yang aman dan tertib. Dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rumah Tahanan Negara Bangil seluruh petugas rutan menggeledah seluruh warga binaan dan blok yang ada di dalam Rutan. Dalam penggeledahan ini ditemukan banyak barang terlarang yang masuk ke dalam blok diantaranya Senjata Tajam, Celana Jeans, Benda Logam, Gunting, Uang Tunai dll. Barang-barang tersebut nantinya akan dimusnahkan pada saat puncak peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-54 yang jatuh pada tanggal 27 April 2018.









Share:

Napi Pun Bersedekah


Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil 
Tak ada yang membatasi siapapun bersedekah, baik pejabat, tukang becak, sipir penjaga rutan, bahkan narapidana sekalipun. Itulah yang tercermin di Rumah Tahanan Bangil, Pasuruan. Para karyawan Rutan Bangil mengenal Yatim Mandiri dari Kepala Rutan, Wahyu Indarto. “Saya sendiri mengenal Yatim Mandiri dari salah seorang teman. Karena kami umat muslim, jadi wajib untuk menyisihkan sebagian harta kami pada Yatim Mandiri. Semoga barokah,” ujar pria yang akrab disapa Wahyu ini.

Karena untuk hal kebaikan, rekan-rekan Wahyu pun tak keberatan untuk menyisihkan sebagian kecil rezekinya. “Alhamdulillah awalnya hanya 3 orang yang menjadi donatur, sekarang sudah bertambah. Dan selama ini tidak ada hambatan untuk mengajak,” papar pria berusia 39 tahun ini. Tiap bulannya, Wahyu dan rekan-rekannya mengumpulkan donasi di salah satu orang sebelum dijemput donasinya. “Selain itu kami juga membantu dalam kupon Ramadan, semoga bisa selalu membantu adik-adik yatim,” tambah Wahyu. Selain para karyawan, ada satu hal yang menarik dari Rutan Bangil. Salah seorang napi pun ikut menjadi donatur. Awal mulanya adalah napi yang tidak mau disebutkan namanya ini membaca majalah Yatim Mandiri yang ada di rutan. Tanpa banyak berpikir, napi ini langsung tergerak hatinya untuk menjadi donatur dan mendaftarkan diri.



Share:
Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger