Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Monday, May 19, 2014

Napi Cilik Penghuni Rutan Bangil Ikuti Ujian Nasional SD




TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Sebanyak 26.030 siswa tingkat sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan, mengikuti ujian nasional (Unas) mata pelajaran bahasa Indonesia, Senin (19/5/2014). Bila pada umumnya siswa melaksanakan Unas di sekolah masing-masing,  namun tidak bagi Muhammad Adi Bin Tunahab (13).

Siswa yang duduk di bangku kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mudrotul Mustakin, Desa Wonokerto,  Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ini terpaksa harus mengikuti Unas di dalam rumah tahanan negara. (Rutan) Kelas II B Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Ditemui usai mengikuti Unas, anak ketiga dari empat orang bersaudara ini mengaku tidak mengalami keulitan pada saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia, yang diujikan pada hari itu. Dari seluruh soal, hanya empat soal yang tidak mampu  ia jawab.
"Tidak susah, cuma ada empat soal yang nggak bisa saya jawab," kata anak yang lahir pada 20 Februari 1999 ini, saat ditemui Senin (19/5/2014)

Seperti murid-murid yang lain, ia juga diberikan waktu dua jam, yakni pukul 08.00-10.00 untuk mengerjakan soal Unas. Namun, bedanya dia tidak mengerjakan bersama-sama dengan temannya. Ia mengerjakan soal unas,  dengan pengawasan seorang orang guru dan seorang perngawas di ruangan humas Rutan Bangil.

Bocah yang bercita-cita menjadi seorang dokter ini mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi Unas. Bahkan, dirinya mengku tidak belajar menjelang pelaksanan Unas. "Nggak belajar, banyak kegiatan di rutan," kata Adi.

Warga Dusun Timur Jurang RT 0. RW 04 Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan ini mengaku sudah empat bulan menjalani hukuamnnya. Ia divonis bersalah atas kasus pencurian sepeda motor. Kini, dirinya masih harus menjalani hukuman hingga dua bulan lima hari kedepan untuk bisa menghirup udara bebas di luar rutan.

Ia menceritakan, ia terpaksa mencuri sepeda motor karena tidak memiliki uang untuk membantu orangtuanya yang bekerja sebagai buruh tani. Dia dan temannya yang juga pelajar SMP kelas IX, akhirnya mencuri seped motor di sebuah rumah di daerah, di Kecamatan Pandan, Kabupaten Pasuruan.

"Saya pingin bantu ibu saya," kata Adi saat ditanya alasannya mencuri sepeda motor.

Adi mengatakan, dirinya baru kali pertamanya mencuri sepeda motor, hingga akhirnya ditangkap dan dipenjara. Sementara itu, temannya yang ikut mencuri bersamanya belum  berhasil ditangkap.

"Kalau mencuri motor baru sekali. Tapi kalau mencuri helm sudah sering," pungkasnya.

Dikatakannya, selain dirinya, kakak kandungnya kini juga ditahan di rutan Bangil atas kasus yang serupa, mencuri sepeda motor. Adi mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukannya, dan mengatakan tidak akan mengulangi perbuatan kriminal lagi.

 "Saya kapok. Kasihan ibu dan bapak saya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Bangil, Tri Wahyudi, saat ditemui membenarkan, pada hari itu ada 1 orang warga binaan yang mengikuti unas. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, sehingga murid bersangkutan dpat difasilitasi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Selama status anak bersangkutan di sekolah masih tercatat sebagai pelajar. Kami akan memberikan fasilitas untuk kebutuhan pelaksanaan unas," ucapnya.

Ia menuturkan, selain memfasilitasi ruangan, pihak rutan juga memberikan kesempatan bagi warga binaan peserta unas untuk belajar. Sementara, untuk buku-buku pelajaran sudah disediakan pihak sekolah masing-masing, termasuk seragam yang dikenakan pada saat mengikuti unas.

"Walaupun yang bersangkutan telah melakukan kesalahaan. Tetapi sebagai warga negara Indonesia, mereka tetap memiliki hak-hak untuk tetap mengenyam pendidikan," tambahnya.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger