Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Sunday, December 27, 2015

Salat Jumat, Tahanan Kabur

BANGIL – Seorang tahanan Rutan Kelas 2B Bangil kabur, Jumat (25/12). Pelaku adalah Aliudin Bin Masdinah, 30, warga  Dusun Bunginyarat, Desa Kekayaan,  Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Pelaku memanfaatkan waktu salat Jumat  untuk kabur.


Hingga berita ini diturunkan, pengejaran masih dilakukan oleh pihak rutan, dibantu Polsek Bangil dan Polres Pasuruan. Petugas juga menyebarkan foto pelaku di beberapa titik keramaian. Termasuk berkoordinasi dengan Polres Sumenep, tempat asal  pelaku.
Kepala Rutan Bangil Tri Wahyudi saat dikonfirmasi menjelaskan, pelaku kabur Jumat siang (25/12) atau bertepatan dengan hari Natal. Saat Natal, menurutnya, rutan memang sedang libur. Pada hari libur, penjagaan hanya  dilakukan oleh petugas jaga.


Sementara di hari normal, penjagaan  dibantu oleh bagian administrasi  sebanyak 13 orang.  Karena tanggal 25 adalah hari libur, bagian administrasi juga libur. Karena itu, hanya ada  enam petugas yang berjaga. Saat itu, kata Wahyudi, enam petugas tersebut menjaga 401  tahanan dan narapidana.
“Sebenarnya jumlah penghuni rutan itu memang terlalu overload,” ujarnya. Lalu, sekitar pukul 11.30, seluruh  warga binaan (tahanan dan narapidana) dikumpulkan di aula tengan rutan untuk salat Jumat.  Semuanya ada 401 orang, plus  enam penjaga.
Selama salat Jumat itu, penjagaan dilakukan di dua lokasi. Dengan rincian, dua petugas berjaga di pintu depan dan empat petugas berjaga di sekitar lokasi salat Jumat. Pelaku sendiri sebenarnya sudah berkumpul di aula. Saat itu dia bahkan mengikuti khotbah  umat yang pertama.
Namun, kemudian pelaku mengeluh sakit perut. Dia lantas minta izin ke kamar kecil pada petugas. Petugas pun memberikan izin. Sebab, kamar kecil letaknya tidak jauh dengan aula. Yakni, ada di  sebelah utara aula. Namun, saat  pelaku ke kamar kecil memang tidak diikuti petugas.
Lantaran lokasi kamar kecil dapat dipantau dari tengah aula. Setelah itu, salat Jumat berlangsung. Setelah salat Jumat, petugas  menghitung jumlah warga binaan sebelum masuk sel. Saat itulah diketahui jumlah tahanan dan narapidana berkurang  satu. Barulah petugas sadar  bahwa pelaku tidak ada di aula.
Petugas pun langsung memeriksa kamar mandi. Namun, tidak ada pelaku di sana. Petugas  ndiri mendapati jendela kamar  mandi rusak. Termasuk kawat  berduri yang ada di tembok keliling rutan. Diduga, dari jendela itulah  pelaku melarikan diri.
Kemudian, memanjat tembok sebelah utara. Tinggi tembok sendiri 3  meter. Dugaan sementara, pelaku memanjat dengan alat bantu sarung. (http://www.kabarbromoterkini.com/)

Share:
Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger