Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Wednesday, December 13, 2017

Study Lapangan SMK Yadika "Usaha Pencegahan Pelajar Terhadap Tindak Kriminalitas"

Study Lapangan dari SMK Yadika dalam rangka "Usaha Pencegahan Pelajar Terhadap Tindak Kriminalitas"
Kunjungan yang dilakukan guru beserta siswa-siswi SMK Yadika Bangil ini dilaksanakan dalam 2 gelombang, gelombang pertama pada tanggal 12 Desember 2017 dan gelombang kedua pada tanggal 13 Desember 2017 dengan jumlah peserta sekitar 70 siswa per gelombang.
Study lapangan yang diikuti peserta kelas X (sepuluh) SMK yang didamping guru dan Wakasek Urusan Kesiswaan ini merupakan salah satu pendidikan berbasis karakter. Dengan bertujuan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil, mengingatkan kepada para siswa bahwa manusia adalah tempat salah dan dosa dan agar para siswa tidak melakukan pelanggaran seperti saudara-saudara mereka di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil.
Pada saat pembukaan, Wahyu Indarto selaku Kepala Rutan menanyakan pada siswa, bagaimanakah perasaan saat akan berkunjung ke Rutan? Banyak siswa yang merasa takut saat mengetahui bahwa tujuan study lapangan tersebut berada di Rutan. Namun Bapak Kepala Rutan menerangkan bahwa Lapas/Rutan saat ini berbeda dengan sebutan penjara. Lapas/Rutan sekarang menggunakan sistem pemasyarakatan, yaitu membina kembali para pelanggar hukum agar bisa bermasyarakat lagi saat sudah bebas. Berbeda dengan sistem kepenjaraan yang bertujuan untuk menjerakan para pelanggar hukum.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan testimoni dari beberapa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). WBP yang memberikan testimoni adalah beberapa WBP dengan kasus yang sering terjadi pada kenakalan remaja, mulai dari kasus pencurian, pencurian dengan kekerasan, perkelahian, narkoba, pencabulan, dll. Para WBP menceritakan kronologi kejadian, faktor yang mendorong mereka melakukannya, penyesalan mereka, dan pesan-pesan kepada para siswa agar tidak melakukan tindakan kriminal seperti yang mereka lakukan. Para siswa menyimak dengan sangat antusisas setiap testimoni yang diutarakan WBP. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan tanya jawab dari para siswa dan guru, dan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan hasil karya WBP serta foto bersama.

Share:

Friday, September 15, 2017

Sebelum Bebas, Warga Binaan Diajari Membuat Makanan Olahan


TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 14 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bangil-Pasuruan, Jawa Timur yang akan bebas, mendapatkan bekal pelatihan ketrampilan Tata Boga.
Pelatihan yang diadakan atas kerjasama dengan Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Pasuruan tersebut, akan diselenggarakan selama tiga hari, mulai Kamis (14/9) hingga Sabtu (16/9) mendatang di komplek Rutan Bangil.
"Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bekal ketrampilan bagi warga binaan yang akan bebas pada 1-2 minggu mendatang," jelas Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, kepada TIMES Indonesia.
Menurut Wahyu, kegiatan ini, bisa menjadi bekal untuk hidup mandiri bagi WBP setelah bebas nanti. Ke depannya, Wahyu berharap Dinsos bisa menambah kuota peserta pelatihan mengingat penghuni Rutan saat ini telah mencapai 431 orang.
Selama pelatihan yang bertajuk dalam rangka pemberdayaan Eks Narapidana itu, para peserta akan mendapatkan pelatihan membuat berbagai macam olahan menu makanan Seperti ayam krispi, mie ayam krispi, keripik pisang, stik telo/kentang, dan roti kasur.
Selain mendapatkan materi pengolahan, para peserta nantinya juga akan mendapatkan konsumsi, seragam dan uang transport selama pelatihan.
Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial dari Dinsos Pemkab Pasuruan, Prapti Ningsih, mengucapkan terimakasih kepada pihak Rutan Bangil, karena telah bersedia menyediakan tempat, untuk diadakan pelatihan tersebut.
"Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat sebagai bekal untuk bekerja secara mandiri bagi para WBP yang sebentar lagi akan bebas. Dan bisa dilanjutkan dengan ketrampilan yang lain, setelah peserta bebas nanti," ucapnya. (timesindonesia.co.id)

Pewarta : Robert Ardyan
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Share:

Wednesday, September 6, 2017

Tuesday, August 29, 2017

Rutan Bangil Gelar Pelatihan Kerja Bagi Warga Binaannya

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil-Pasuruan, menggelar pelatihan kerja kepada warga binaanya. Ada belasan warga binaan yang mengikuti pelatihan tersebut.
"Pembukaaanya Selasa (29/8/2017) kemarin dan akan berlangsung selama 40 hari ke depan. Kita bekerja sama dengan UPT Pelatihan Kerja Pasuruan," kata Wahyu Indarto, Kepala Rutan Bangil, saat dihubungi. 
Kegiatan pelatihan tersebut menurutnya, diikuti sebanyak 16 warga binaan Rutan Bangil, dan akan mendapatkan pelatihan kejuruan pembuatan mebel.
KaRutan dalam sambutan pembukaan yang juga dihadiri perwakilan dari UPT Pelatihan Kerja Pasuruan, Bambang Muryana, bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan kerja kepada warga binaan ini adalah, agar mereka bisa mandiri nantinya.
"Untuk menuju tenaga kerja yang mandiri selepas mereka menjalani masa hukuman di sini. Kita sangat mengapresiasi kerjasama ini dan semoga bermanfaat, agar warga binaan bisa mengaplikasikannya dan menjadi seorang pengusaha mebel yang handal kelak," urai Wahyu Indarto.
Senada dengan KaRutan, Bambang Muryana selaku perwakilan dari UPT Pelatihan Kerja Pasuruan, juga mengharapkan agar warga binaan bisa memanfaatkan pelatihan kerja ini dengan sebaik-baiknya, karena hanya diadakan setahun sekali. 
"Semoga bermanfaat dan menjadi bekal keahlian kerja setelah bebas nanti. Kami juga siap menampung dan menyalurkan mantan warga binaan bila ingin bekerja usai menjalani masa hukuman," ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan mengharapkan agar pelatihan ini kiranya dapat terus berkesinambungan, dan tidak putus setelah usai pelatihan mendatang. 
Selain mendapatkan sertifikat setelah mengikuti pelatihan, warga binaan yang menjadi peserta, juga mendapatkan fasilitas makan siang, kaos dan juga uang saku, setelah mengikuti pelatihan selama 40 hari. (*)

www.timesindonesia.co.id
Pewarta : Robert Ardyan
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Share:

Friday, August 18, 2017

92 Penghuni Rutan Bangil Mendapatkan Remisi Kemerdekaan


TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rutan Kelas IIB Bangil-Pasuruan, memberikan remisi umum di peringatan HUT  ke-72 Kemerdekaan RI tahun ini, kepada sebanyak 92 orang narapidana, Kamis (17/8/2017) pagi.
Pemberian remisi tersebut dilakukan secara simbolik di acara upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Alun-alun Bangil. Dari total Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) penerima remisi, sebanyak 3 orang diantaranya menerima remisi umum langsung bebas.
Karutan Bangil Wahyu Indarto mengatakan, para WBP yang kemarin mendapatkan remisi tersebut, telah dinyatakan layak mendapat remisi karena sudah memenuhi syarat secara prosedural substansi maupun administratif.
"Syarat administratif harus dilengkapi dengan petikan putusan dan eksekusi dari Kejaksaan. Syarat substansi adalah selama 6 bulan berturut-turut yang bersangkutan harus berkelakuan baik," jelas Wahyu Indarto sesaat usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Rutan Bangil.
Dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Rutan Bangil tersebut, KaRutan membacakan sambutan dari Menkumham RI, yang pada intinya bahwa semua insan pemasyarakatan harus bisa menjadi pendobrak, jangan jadi pengekor saja.
Selain diikuti oleh seluruh petugas Rutan Bangil, upacara tujuh belasan itu juga diikuti oleh ibu-ibu Dharma wanita Rutan Bangil, peserta Pramuka dari WBP yang juga sebagai petugas pengibar bendera dan sejumlah warga binaan lainnya. Yang unik, KaRutan dan sejumlah pejabat struktural Rutan Bangil lainnya, mengenakan pakaian adat dalam upacara tersebut. (*)


www.timesindonesia.co.id
Pewarta : Robert Ardyan
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Share:

Thursday, August 10, 2017

Rakor Criminal Justice System Kabupaten Pasuruan

Pagi tadi, Wahyu Indarto Kepala Rutan Bangil menghadiri undangan Kapolres Pasuruan dalam acara Rapat Koordinasi Criminal Justice System yang diadakan di Mapolres Pasuruan. Turut hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan dan Ketua Pengadilan Negeri Bangil beserta jajaran-jajaran terkait.
Dalam acara tersebut, Wahyu Indarto selaku Kepala Rutan Bangil menyampaikan hal-hal yang perlu dibenahi anatara Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, dan Rumah Tahanan Negara di Kabupaten Pasuruan agar tercipta kerja sama yang lebih baik antar instansi. 
Share:

Tuesday, July 11, 2017

PENGUMUMAN PENERIMAAN CPNS KEMENKUMHAM 2017


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memberikan kesempatan
kepada Warga Negara Indonesia untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
yang akan ditugaskan di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

UNIT KERJA YANG MENDAPATKAN ALOKASI FORMASI (ALOKASI PENEMPATAN)
     1.   Sekretariat Jenderal.
     2.   Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan.
     3.   Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.
     4.   Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
     5.   Direktorat Jenderallmigrasi.
     6.   Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
     7.   Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.
     8.   Inspektorat Jenderal.
     9.   Badan Pembinaan Hukum Nasional.
     10. Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
     11. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia.
     12. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia : Aceh, Sumatera Utara,
           Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu,
           Lampung, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.1.
           Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah,
           Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo,
           Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat,
           Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat ( Kantor Wilayah, Kantor Imigrasi, Rumah
           Detensi Imigrasi, Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, Balai
           Pemasyarakatan, Balai Harta Peninggalan, dan Rumah Sakit Pengayoman ).

Pengumuman selengkapnya klik DISINI
Arahan Menteri dan Alokasi Formasi CPNS Kemenkumham 2017 klik DISINI
Website informasi seputar pendaftaran klik DISINI
Share:

Tuesday, June 27, 2017

Kunjungan Keluarga Warga Binaan Rutan Bangil Idul Fitri 1438 H

Suasana bahagia dan haru saat kunjungan Warga Binaaan Pemasyarakatan di Hari Raya Idul Fitri 1438 H

RUTAN BANGIL, berakhir sudah kunjungan keluarga bagi WBP Rutan bangil pada hari ini (27/06). Kunjungan keluarga yang dilaksanakan 3 hari sejak 25 Juni 2017 dan diadakan 2 gelombang, yakni Gelombang I (08.00-11.00 WIB) dan Gelombang II (13.00-14.30 WIB) telah mengurangi sedikit rasa rindu di hati Warga Binaan bersama keluarga.
Isak tangis antara pengunjung dan Warga Binaan saat Hari Raya Idul Fitri mungkin pemandangan yang biasa bagi para petugas di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara. Namun tetap saja suasana tersebut terasa mengharukan pula bagi para petugas yang tidak bisa berlebaran di hari pertama bersama keluarga dikarenakan tugas sebagai Petugas Pemasyarakatan.

Tiga hari ini adalah hari yang berat bagi para Petugas di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil dikarenakan jam kunjungan yang lebih lama dan juga jumlah pengunjung yang lebih banyak dari hari biasanya. Rata-rata pengunjung per hari sekitar 150 Pengunjung dan sekitar 90 Warga Binaan Pemasyarakatan yang dikunjungi, namun sebanyak 921 pengunjung dan 227 Warga Binaan yang dikunjungi pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan pada hari kedua sebanyak 539 pengunjung dan 223 Warga Binaan yang dikunjungi, dan pada hari ketiga sebanyak 807 pengunjung dan 422 Warga Binaan yang dikunjungi. Namun Alhamdulillah semua berjalan lancar walau dengan kekuatan petugas yang sangat minim, tidak ada kericuhan antara Warga Binaaan dan pengunjung dan tidak ada hal-hal yang mengacu kepada pelarian. (admin)


Share:

Monday, June 26, 2017

86 Napi Rutan Bangil dapat Remisi Khusus Idul Fitri 1438 H

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Selain menjadi momen kemenangan untuk seluruh umat Muslim, Hari Raya Idul Fitri juga menjadi hadiah yang sangat dinanti bagi sebagian besar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Seperti hal nya puluhan narapidana di Rutan Kelas II-B Bangil-Pasuruan, yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) di Hari Raya Idul Fitri tahun 2017 ini.
Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tersebut di harapkan dapat memotivasi warga binaan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku yang sesuai dengan tuntunan agama.
"Melalui remisi ini juga dapat mempercepat proses kembalinya Narapidana dalam kehidupan masyarakat, yang selanjutnya juga akan memperbaiki hubungan antara narapidana dan keluarganya. Karena bagaimanapun narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga, sehingga akan tercapai tujuan sistem pemasyarakatan," ujar KaRutan Bangil Wahyu Indarto.
Sementara itu, menurut Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan.

"Remisi Khusus Idul Fitri diberikan kepada narapidana yang beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, diantaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak melanggar peraturan di dalam rutan serta aktif mengikuti program pembinaan yang diberikan di rutan," terang Anjar Seto, seusai membacakan SK Kemenkumham RI no.W.15.791.PK.01.01.02 thn 2017, terkait remisi.
Sedangkan total narapidana yang diberikan remisi oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM, tahun ini sebanyak 86 orang dari 184 total jumlah napi yang ada di Rutan Bangil.
Lebih lanjut, wanita berhijab tersebut mengatakan bahwa Remisi Khusus (RK) yang diberikan sekarang hanya RK-I yang berkisar antara 15 hari sampai 1 bulan potongan masa hukuman. Sedangkan Remisi Khusus-II yang diberikan kepada narapidana yang langsung bebas tidak ada. (http://www.timesindonesia.co.id/)
Share:

Sunday, June 25, 2017

Friday, June 23, 2017

Friday, June 16, 2017

Warga Binaan Rutan Bangil Buka Puasa Bersama Keluarga

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ada suasana berbeda yang terlihat di dalam Rutan Kelas II-B Bangil, Kamis (15/6/2017) sore kemarin. Puluhan narapidana dan tahanan yang biasa disebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak bahagia dan sumringah mengikuti acara peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Rutan Bangil di Aula dalam lingkungan Rutan tersebut.
Selain para WBP, kegiatan yang mengambil tema "Peringatan Nuzulul Quran sebagai Momentum untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT" tersebut, juga diikuti oleh seluruh pegawai Rutan beserta keluarganya, serta keluarga para WBP.
Kebahagiaan para WBP terpancar, karena di dalam kegiatan itu mereka dapat berkumpul bersama keluarga mereka, untuk buka bersama. Sebelum acara buka bersama, mereka nampak khusyuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Rahmat Efendi dari Bangil yang menyampaikan pesan betapa pentingnya memohon segala hajat melalui shalat tahajud setiap malam, dan bukan hanya ketika ada perlunya saja, melaksanakan shalat tahajud. 
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemberian santunan oleh pihak Rutan kepada 10 anak yatim di lingkungan sekitar Rutan Bangil. Setelah Adzan Maghrib berkumandang, para WBP dan keluarganya melakukan buka bersama dengan penuh sukacita.
KaRutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Quran kali ini diisi dengan agenda santunan kepada anak yatim, tausiyah/siraman rohani, buka bersama dan family Day, serta Khataman Al-Quran.

"Alhamdulillah, peringatan Nuzulul Qur'an ini dapat kita laksanakan bersama dengan lancar. Terutama agenda Family Day dan santunan anak yatim yang berasal dari dana sosial para pegawai Rutan Bangil. Semoga Barokah dan dicatat menjadi amal jariyah di Bulan Suci Ramadhan ini," terang Wahyu Indarto.

Sementara itu, menurut Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, kegiatan buka bersama atau Family Day tersebut diadakan untuk memberikan kesempatan kepada WBP agar dapat melakukan buka bersama di bulan suci Ramadhan ini dengan keluarga mereka.
"Biar mereka (WBP) punya kesempatan yang sama juga, untuk melakukan buka bersama dengan keluarganya, meski mendekam di dalam penjara," tutur wanita berhijab tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tadarus Al-Qur'an oleh para WBP. (*)
Share:

Saturday, June 10, 2017

Ratusan Warga Binaan Rutan Bangil Ikuti Pelatihan ESQ

 
Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bangil Ikuti Pelatihan ESQ dengan antusias.(Foto: Robert/ TIMES Indonesia)
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Guna memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas hidup ke arah yang lebih baik lagi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B, Bangil-Pasuruan mengadakan Pelatihan Emotional Spritual Quantient (ESQ).
Pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Pesantren Kilat yang diadakan di Bulan Ramadhan ini.
Program pelatihan ESQ yang terselenggara atas kerjasama antara Rutan Bangil dengan Harris Muchtar, selaku Trainner ESQ Lisenzy Ary Ginanjar wilayah Jawa Timur tersebut, dihadiri oleh ratusan WBP dan seluruh petugas Rutan Kelas II B Bangil tanpa terkecuali, serta Koordinator ESQ wilayah Jatim dan Pasuruan.


Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (8/6/2017) hingga Jum'at (9/6/2017) hari ini.
Dalam sambutannya, Karutan Bangil, Wahyu Indarto, mendukung sekali dengan adanya kegiatan ini.
"Karena kegiatan ini besar sekali manfaatnya untuk pembentukan diri kita menjadi yang lebih baik. Untuk itu gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya dan ambillah manfaat yang sebesar besarnya, serta bisa menerapkan apa yang sudah didapat didalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi Insan Kamil," jelas KaRutan Bangil, Wahyu Indarto saat menyampaikan sambutannya.
Sementara itu, pemateri trainer ESQ wilayah Jatim, Haris Muchtar menerangkan bahwa kegiatan ESQ meliputi 3 komponen yaitu IQ (Aktifitas berhitung), EQ (Akfifitas Emosional) dan SQ (Aktifitas Spiritual).
Dan kepada para WBP, penekanannya adalah kepada Spritual, yaitu keyakinan akan adanya perjumpaan dengan Sang Pencipta atau Allah.
"Untuk itu, dalam menjalani kehidupan ini kita dituntut untuk dapat berbuat baik setiap waktu dan setiap saat agar kita kembali keharibaan-Nya dalam keadaan Khusnul Khotimah," papar Haris.
Ia juga berharap kepada warga binaan, setelah keluar dari Rutan dapat berbuat yang terbaik atau bermanfaat bagi orang banyak dilingkungannya masing-masing.
Sedangkan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Ibu Anjar Seto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ESQ ini adalah kegiatan positif dimana kegiatan ini adalah merupakan penggabungan antara kecerdasan emosional dan spritual.
Dimana, tujuannya adalah agar kita dapat mencapai keseimbangan antara hubungan sesama manusia dan hubungan secara vertikal yaitu dengan Sang pencipta yaitu Allah SWT.
Sehingga akan tercapai kedamaian dan ketenangan dalam diri masing-masing peserta. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada warga binaan pemasyarakatan dan petugas Rutan yang hadir, untuk mengikuti ESQ  secara khidmat dan serius.
Karena menurutnya, ESQ bisa memberikan dampak dalam diri warga binaan, dan sebagai bahan muhasabah (introspeksi) untuk evaluasi diri bagi warga binaan selama hidup di dunia. (http://www.timesindonesia.co.id)

Share:

Thursday, June 1, 2017

Rutan Bangil Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kamis (1/6/2017) pagi, Rutan Klas II-B Bangil-Pasuruan menggelar upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang ke-72. Upacara yang digelar di halaman dalam Rutan Bangil itu diikuti oleh peserta dari Pramuka, petugas Rutan dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) wanita sebanyak 8 orang.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah KaRutan Bangil, Wahyu Indarto, sedangkan petugas bendera dan petugas pembaca UUD 1945 serta petugas pembaca Keppres tentang hari lahirnya Pancasila adalah anggota Pramuka Rutan.
 Dalam amanatnya, Ka Rutan Bangil Wahyu Indarto membacakan ringkasan sambutan Presiden Jokowi yang intinya bahwa dalam upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang baru pertama kali diadakan ini, adalah untuk meneguhkan komitmen kita untuk lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Yang perlu diingat, bahwa kodrat Bangsa Indonesia adalah kebhinekaan tunggal ika. Sehingga Presiden mengajak peran aktif para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila," urai KaRutan, Wahyu Indarto dalam pembacaan sambutan Presiden RI.
Sementara itu, terkait petugas bendera yang berasal dari Pramuka. Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, menjelaskan bahwa mereka adalah Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah berstatus napi dan telah dilatih serta bekerjasama dengan Kwarcab Bangil-Pasuruan sejak bulan Februari lalu.
"Mereka (anggota Pramuka) penghuni Rutan, jumlahnya sekitar 25 orang. Kita latih dengan kegiatan Pramuka seminggu sekali, setiap Hari Kamis. Sudah dua kali ini mereka kita libatkan sebagai petugas upacara di dalam Rutan, yang pertama waktu upacara peringatan Harkitnas 20 Mei lalu dan upacara peringatan hari lahirnya Pancasila sekarang ini," terang Ibu Anjar. 
Rencananya, kegiatan Pramuka di dalam Rutan Bangil akan ditingkatkan secara intens, agar segera terbentuk Gugus Depan (Gudep) setelah lebaran nanti. (www.timesindonesia.co.id)
Share:

Tuesday, May 30, 2017

Warga Binaan Rutan Bangil Ikuti Pesantren Ramadhan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ratusan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bangil-Pasuruan, Jawa Timur mengisi bulan suci Ramadhan kali ini dengan mengikuti pesantren kilat. Kegiatan yang diadakan di aula blok serbaguna di dalam lingkungan Rutan Bangil tersebut di mulai sejak Selasa (30/5/2017) pagi.
Mewakili Kepala Rutan Kelas II Bangil Wahyu Indarto, Kasubsie Pelayanan tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto saat membuka pesantren Ramadhan berpesan agar para warga binaan bisa mencontoh mantan napi Anton Medan. Anton setelah keluar dari penjara menjadi da'i dan mampu memotivasi banyak orang untuk menjadi lebih baik.
Anjar Seto menambahkan, bahwa pembinaan akhlak, spiritual dan moral penghuni Rutan Bangil penting dilakukan untuk memberi bekal bagi para penghuni Rutan, agar kelak setelah keluar dari tahanan tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Pembinaan rohani disini sangat ditekankan untuk memperbaiki akhlak mereka. Semoga Pesantren Kilat Ramadan ini dapat menambah pengetahuan agama mereka,” jelas Anjar sapaannya.
Ia juga menambahkan, pembekalan rohani bagi warga binaan sangat diprioritaskan di Rutan Bangil ini terbukti dengan pelaksanaan pendidikan religi secara terus menerus.
 "Hari biasa juga ada kegiatan pembinaan rohani seperti pengajian dan shalat dhuha bersama, tapi kita lebih intensifkan lagi pada Bulan Ramadhan ini, untuk mereka yang ingin memperdalam ilmu agama dan baca Al-Qur'an," terangnya.
Ia menuturkan, kegiatan pesantren kilat merupakan salah satu implementasi pendidikan kepribadian di rumah tahanan Bangil. Dengan adanya pendidikan kepribadian, para narapidana dan warga binaan diharapkan bisa kembali merenungi kesalahan apa yang telah mereka lakukan di masa lalu.

Sementara itu, narapidana dan warga binaan sangat antusias mengikuti pesantren kilat yang dilakukan di aula blok serbaguna di dalam Rutan tersebut. Seperti yang dituturkan oleh Syaiful Afif (39), narapidana kasus judi yang telah menjalani hukuman selama 1 tahun dan akan bebas sebentar lagi.
"Saya merasa senang dengan adanya kegiatan pesantren kilat ini mas, karena menambah pengetahuan ilmu agama saya dan menambah ketentraman hati serta mengingatkan kepada dosa-dosa saya atas perbuatan khilaf yang pernah saya lakukan dulu. Semoga bermanfaat bagi saya setelah keluar dari sini nanti," ujar Syaiful. (http://www.timesindonesia.co.id)
Share:

Thursday, May 18, 2017

Wacana Penyediaan Sarana Bilik Asmara di Rutan Bangil, Khawatir Disalahgunakan

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Eksistensi sarana bilik asmara bagi warga binaan untuk pemenuhan kebutuhan biologis memang dipandang perlu. Namun untuk mewujudkan sarana tersebut di Rutan Bangil, nampaknya belum memungkinkan karena Kementerian Hukum dan HAM RI belum memiliki dasar aturan yang jelas sebagai payung hukum.
Penyedian fasilitas bilik asmara sendiri memang pernah diwacanakan bisa diwujudkan. Namun sampai sekarang belum ada kabar yang pasti.
Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto yang dikonfirmasi Bangsaonline.com menjelaskan bahwa sejatinya keberadaan bilik asmara memang perlu untuk menunjang kebutuhan biologis warga binaan.

"Hubungan badan dengan istri setidaknya bisa mengurangi resiko stres pada warga binaan," kata Wahyu.
Tapi untuk mewujudkannya tidak bisa dilakukan seenaknya. Pasalnya ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi pihak Rutan serta harus ada regulasi yang mengatur.
"Memang keberadaan bilik asmara dibutuhkan. Tapi belum bisa disediakan, karena banyak pertimbangan," ujar Wahyu beberapa waktu lalu.
"Salah satu pertimbangannya yakni soal risiko penyalahgunaannya. Bisa saja pemanfaatan bilik asmara itu difungsikan untuk pasangan yang bukan suami istri sah sehingga ujung-ujungnya dimungkinkan muncul percaloan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab atas keberadaan fasilitas tersebut," paparnya.
Di samping itu, lanjut Wahyu, belum ada regulasi resmi dari pemerintah terkait pendirian bilik asmara itu. Sehingga prosedur atau aturan yang mengikat terkait keberadaan bilik asmara itu belum dimiliki.
"Sejauh ini belum ada aturan ataupun regulasi terkait SOP terkait bilik asmara tersebut. Sehingga kami tidak bisa mendirikannya begitu saja," tandasnya. (bib/par/rev)
Share:

Tuesday, May 16, 2017

Kegiatan Religi Jadi Jurus Rutan Bangil untuk Membina Warga Binaan

TIMESBANYUWANGI, PASURUAN – Bicara Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tentunya yang melekat adalah kota santri yang penuh dengan kegiatan keagamaan.
Bercermin dari hal tersebut,  Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 2 Bangil, menjadikan kegiatan keagamaan sebagai jurus ampuh untuk membina dan mendorong pertaubatan warga binaan menjadi pribadi yang baik.
Seperti yang dilakukan sepanjang hari Selasa (16/5/2017). Dalam rangka peringatan Isro’ Mi’raj sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan,  Rutan menggelar pengajian akbar. Sebanyak 455 orang warga binaan penghuni Rutan, seluruhnya diajak berbaur melantunkan keagungan ayat Allah.
Kepala Rutan Kelas 2 B Bangil, Wahyu Indarto. SH MM, saat menyerahkan santunan kepada Yayasan Yatim Mandiri, Pasuruan. (Foto : Rutan Kelas 2 B Bangil for TIMES Indonesia)
Tak tanggung-tanggung, guna penyejuk qalbu, Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, SH, MM, mendatangkan ulama masyur, KH Abdul Goffur dari Rembang, Jawa Tengah untuk memberima. motivasi kepada warga binaan untuk selalu memperbaiki diri.
“Jangan rendah diri dan rendah hati walau ada dalam penjara, karena yang dinilai adalah kebaikan seseorang. Dan lebih mulia nakal atau preman tapi bertaubat kemudian. Bila orang tua berkunjung ke penjara untuk membesuk jangan hanya minta dibawakan makanan, tapi mintalah air bekas cucian kaki, karena itu sangat mujarab,” ucap sang Kiai memotivasi warga binaan.
Kekhusyukan acara makin terasa ketika KH Abdul Goffur mengajak warga binaan dan seluruh petugas Rutan untuk ikut menyanyikan lagu berjudul Ibu, milik raja dangdut Rhoma Irama. Tanpa terasa kesyahduan lirik membuat seluruh jamaah pengajian meneteskan air mata. Tak terkecuali Kepala Rutan Bangil.
“Dalam pengajian ini kita mengajak warga binaan lebih banyak memanfaatkan waktu untuk beribadah berjamaah dan selalu mengingat Allah,” ungkap Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, SH, MM, sesaat seusai acara.
Sebagai penutup pengajian akbar peringatan Isro’ Mi’raj kali ini, petugas Lapas melakukan santunan kepada Yayasan Yatim Mandiri, Pasuruan.
Selain pengajian akbar, Wahyu menjelaskan, kegiatan keagamaan juga dilakukan rutin setiap hari.
Wahyu bercerita, sejak masuknya Anjar Seto, sebagai Kasubsi Peltah Rutan Kelas 2 B Bangil, kini warga binaan juga diajak untuk menjalankan sholat dhuha berjamaah setiap hari.
Hari Senin sampai Kamis, juga diisi dengan pengajian rutin yang diasuh tokoh dan pemuka agama setempat, seperti dari Kementerian Agama Pasuruan, dan pengurus PC Nahdlatul Ulama Pasuruan.
Pada hari Rabu juga ada kegiatan Al Banjari. Serta pada sore hari selalu digelar kegiatan mengaji.
“Setiap Senin sampai Kamis sebelum pengajian, wajib diisi dengan shalat dhuha berjamaah dan pembacaan Surah Alwaqiah dipimpin oleh Ustad Fauzi dari Ponpres Al Amin Bangil,” kata Wahyu.(*)
Share:

Friday, April 21, 2017

Luas Lahan Kurang, Relokasi Rutan Bangil Molor

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Rencana pemerintah untuk merelokasi Rutan Bangil ternyata meleset. Penyebabnya adalah luasan tanah untuk lokasi relokasi kurang ideal. Luas yang disyaratkan oleh kementerian terkait yakni volumenya harus 2 Ha.
Hal tersebut di akui oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf SE, MMA saat dikonfirmasi Bangsaonline di sela acara khotmil Qur’an di Rutan Bangil, Kamis (20/04) kemarin. Ia menjelaskan surat pengajuan relokasi rutan yang diajukan Pemkab Pasuruan sejatinya sudah direspon oleh pihak pusat. Namun saat tim pusat melakukan peninjauan ke lapangan, ternyata lahan luasannya kurang ideal.
"Luas lahan yang akan dijadikan tempat relokasi Rutan Bangil yakni aset Pemkab di Sidowayah. Luasnya hanya 8000 meter persegi, padahal yang dibutuhkan lebih dari itu," jelasnya.

Terkait hal ini, Irsyad mengatakan Pemkab akan mengupayakan agar relokasi rutan bisa dilaksanakan dalam tahun ini. Mengingat, kondisi Rutan kelas II Bangil sudah overload dan tidak mampu menampung para napi.
Terpisah, Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan untuk sementara pihaknya sudah mengantisipasi overload Rutan Bangil. Yakni, dengan mengajukan ke pihak pengadilan, agar para Napi yang sudah diputus di persidangan dipindahkan ke rutan Porong, Kota Pasuruan, ataupun Malang.
“Tujuannya agar ruang yang ditempati para napi tidak terlalu penuh. Saat ini jumlah penghuni di rutan sudah di atas 420 orang. Padahal idealnya diisi oleh 200 orang," ujarnya. (bib/par/rev https://www.bangsaonline.com/)
Share:

Thursday, April 20, 2017

Bupati Irsyad Kagum Warga Binaan Rutan Bangil Fasih Baca Al-Quran

Pasuruan - Sebanyak 429 warga binaan Rutan Bangil, Kabupaten Pasuruan mengikuti Khotmil Quran, yang digelar di aula rutan dengan khusyu dan syahdu.

Khotmil Quran yang dipimpin Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dan Kepala Rutan Bangil, Wahyu Indarto, rencananya akan mengkhatamkan sebanyak tiga kali dalam sehari.

Pantauan detikcom, pelaksanaan khotmil Quran berlangsung khusyu. Lantunan ayat suci dari para warga binaan membuat suasana menjadi syahdu. Bacaan dari para warga binaan yang merdu membuat haru.

Bupati Irsyad, menyampaikan rasa kagum pada warga binaan yang fasih membawa ayat-ayat suci Al-Quran. Ia juga mengapresiasi pihak rutan yang menfasilitasi warga binaan melaksanakan khotmil Quran, serta upayanya mengajak warga binaan untuk terus memperbaiki diri.

"Para warga binaan ini sebenarnya orang baik. Mereka hanya salah jalan saja. Untuk itu, saya berterima kasih untuk Rutan Bangil yang tak hanya menampung warga binaan saja, melainkan juga ikut memberdayakan serta memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan dengan kegiatan positif. Seperti olahraga, keterampilan sampai dengan kegiatan religi. Itu bagus sekali," kata Bupati Irsyad, Kamis (20/4/2017).

Ia berpesan pada semua warga binaan agar berkomitmen tinggi untuk tak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sebelum akhirnya masuk ke sel tahanan.

"Untuk semua warga binaan, saya harapkan untuk tidak hanya menyesali perbuatan yang pernah dilakukan, tapi ke depannya adalah menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Kembalilah kepada keluarga dengan menjadi orang baik, buat mereka bangga," kata bupati yang akrab disapa Gus Irsyad ini.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Bangil, Wahyu Indarto, mengatakan dari 429 warga binaan, sebanyak 90 orang yang akan mengkhatamkan Al Quran hingga tiga kali dalam sehari, sedangkan sisanya membaca semampunya.

"Kita pilih warga binaan yang sudah fasih membaca Al Quran 30 Juz. Kita bagi 90 warga binaan supaya bisa khatam Al Quran sampai tiga kali dalam satu hari ini," kata Wahyu.

Dia menjelaskan selama Khotmil Quran, pihaknya menyediakan proyektor dan layar yang langsung terkoneksi dengan seluruh lapas maupun rutan se-Indonesia. Tujuannya untuk membuktikan kegiatan Khotmil Quran yang secara serentak dilakukan oleh semua rutan dan lapas se-Indonesia.

"Selain untuk pembinaan, memang ada memecahkan Rekor MURI Khotmil Quran serentak di semua rutan dan lapas se-Indonesia," pungkas Wahyu. (https://news.detik.com/)
Share:

Monday, April 17, 2017

Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bangil Bersihkan Alun – Alun Bangil

Bangil (wartabromo.com) – 10 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) II Bangil benar-benar merasakan udara segar di luar sel tahanan, Senin (17/04/2017) pagi.
Kesepuluh tahanan tersebut sejenak menikmati udara kebebasan di sekitar Alun-alun Bangil bersama dengan para petugas Rutan dan Laskar Maslahat alias para pasukan kuning. Mereka bergotong royong mempercantik Alun-alun Bangil dengan kegiatan mulai dari mencabuti rumput liar, mengecat trotoar, memangkas ranting yang rimbun, memungut sampah plastik, menyapu dan mengepel paseban alun-alun itu sendiri.
Abdulloh (34), salah satu narapidana kasus narkoba di Rutan II Bangil mengaku bahagia lantaran bisa menghirup udara segar di luar tahanan, meskipun hanya beberapa jam saja.
“Gak terbayangkan mas, karena begitu nikmatnya bisa melihat dunia luar. Bisa melihat banyak orang yang beraktifitas seperti dulu lagi. Pokoknya senang sekali,” ungkapnya sembari mengepel lantai gazebo.
Abdulloh adalah salah satu narapidana yang dipekerjakan Rutan II Bangil untuk urusan bersih-bersih rutan bersama dengan warga binaan lainnya. Wahyu Indarto, Kepala Rutan II Bangil menjelaskan, seluruh warga binaan yang ikut kegiatan bersih-bersih Alun-alun Bangil adalah mereka-mereka yang telah menjalani hukuman selama dua pertiga dari total masa tahanannya.
“Warga binaan ini tinggal menunggu Surat Keputusan Pembebasan Bersyarat, sehingga tidak lama lagi mereka akan dapat berkumpul lagi dengan keluarganya,” katanya di sela-sela acara.
Ditambahkannya, acara bersih-bersih Alun-Alun Bangil merupakan bagian dari HUT Pemasyarakatan ke 53 tahun 2017. Ke depan, pihaknya tak hanya ingin mengajak para warga binaan membersihkan Alun-alun Bangil saja, akan tetapi juga berencana ke Pasar Bangil dan area public lainnya.
“Tadi kita juga sampaikan ke Pak Camat Bangil untuk rencananya kita bersih-bersih Pasar Bangil dan beliau juga merespon positif. Yang paling penting kita ingin berpartisipasi dengan masyarakat di luar Rutan Bangil, dan sambutannya luar biasa. Terima kasih untuk semuanya,” imbuhnya. (mil/yog)
Share:

Saturday, January 21, 2017

Sempat Diteror Akan Dibunuh Bandar Narkoba

Foto : Wahyu Indarto, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

WAKTU menunjukkan pukul 09.00. Pagi itu, halaman Rutan Bangil sudah disesaki kendaraan para pembesuk  tahanan. Mereka mengantre untuk masuk ke dalam rutan. Dengan cekatan, petugas pun mengecek kartu  identitas dan barang bawaan.
Satu  persatu kartu identitas pembesuk “ditahan”. Mereka boleh mengambil  identitas itu kembali, setelah selesai membesuk. “Kami terapkan peraturan baru ini, untuk mengantisipasi kebobolan. Kami tak menginginkan kasus di Rutan Salemba terjadi di Rutan Bangil ini. Ketika itu, ada warga binaan yang menyamar jadi perempuan, keluar rutan dengan berpura-pura menjadi penjenguk,” ungkap Wahyu Indarto, kepala Rutan Bangil Kelas IIB mengawali pembicaraan.
Ya, aturan itulah yang tengah dikeluarkannya beberapa hari terakhir usai  menjabat Kepala Rutan Bangil yang  baru. Aturan itu diberlakukannya, untuk   mengantisipasi kaburnya warga binaan  dengan melakukan penyamaran.
Dengan menitipkan KTP ke petugas, tentunya akan mempermudah pengecekan terhadap pengunjung yang hendak keluar. Sehingga, upaya penyamaran yang dilakukan warga binaan pun, bisa gagal.  “Kami akan meneruskan hal- hal yang baik yang sudah dijalankan pejabat sebelumnya. Seperti kegiatan pemberian taushiyah kepada warga binaan, yang akan kami pertahankan.  Bahkan, kalau perlu ditingkatkan.  Sementara yang perlu pembenahan, ya kami akan lakukan,”  jelas Wahyu-sapaannya.
Wahyu Indarto menggantikan Tri Wahyudi yang dimutasi ke Lapas Klas IIB Dompu, NTB. Ia resmi menempati posisi Karutan  Bangil, sejak sertijab dilakukan 10 Januari 2017. Saat Jawa Pos  Radar Bromo berkunjung ke  kantornya kemarin (20/1), Wahyu terlihat tengah bersantai.
Lelaki 37 tahun ini, dengan ramah  menceritakan perjalanan karirnya hingga menjabat Karutan  Bangil saat ini. Kisah perjalanannya menjadi  Karutan Bangil, bermula dari kegagalannya tembus Akabri tahun 1998 silam.
Ia yang bercita-cita menjadi tentara, mendaftarkan diri ke Akabri usai lulus SMA 4 Surabaya. Namun, usahanya untuk menjadi tentara buyar. Ia dinyatakan  tak lulus oleh tim seleksi Akabri.  Rasa kecewa pun berkecamuk   di dalam benaknya.
“Untungnya, ada orang tua yang selalu mensupport saya. Mereka menyarankan agar saya masuk Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKPI) di Cinere,” jelasnya.  Masa pendidikan di AKIP di jalaninya selama kurang lebih  tiga tahun.
Masuk AKIP pun tak  mudah. Karena ia harus bersaing dengan 500-an pendaftar yang lain. Padahal, kuota yang diberikan hanya untuk 60 siswa.  Syukur, ia dinyataka lolos seleksi  dan diterima. Ia pun lulus AKIP sekitar tahun 2001.
 “Begitu lulus, saya magang di  Lapas Klas I Cipinang sampai 2003,” kisah suami dari Adelia Asrie Pratiwi tersebut. Lalu, Wahyu ditempatkan sebagai staf di  Rutan Klas 1 Surabaya, sejak tahun 2003. Cukup lama di Rutan Surabaya, hingga ia pun dipercaya menjabat Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Medaeng tahun 2009.
Selama kurang lebih empat  tahun, ia pun diamanahi jabatan  baru sebagai Kepala Satuan  Pengamanan di Lapas Wirogunan  atau yang lebih dikenal Lapas IIA Jogjakarta. Jabatan Kepala Satuan Pengamanan di Lapas  Wirogunan itu, dijabatnya sejak   2013 hingga 2015. Karena pada 2015, ia dilantik sebagai Kepala  Satuan Pengamanan di Lapas  Klas IIa Narkotika Jakarta.
“Baru tanggal 22 Desember  2016 kemarin, saya dilantik sebagai Kepala Rutan Bangil. Dan,  tanggal 10 Januari 2017, sertijab dilakukan,” sambung ayah dari  Felisa Angel Putri Indarto dan  Anrow Kusumo Putra Indarto tersebut.
Selama berpindah-pindah posisi itu, sudah banyak pengalaman yang didapatkannya. Tak hanya pengalaman yang menyenangkan  karena bersentuhan dengan orang- orang banyak kasus. Banyak pula pengalaman tak menyenangkan didapatinya. Namun, semua itu sangat berkesan baginya hingga sekarang.
Seperti halnya ketika ia menjabat Kasubsi Administrasi dan Perawatan Rutan Medaeng. Ketika itu, ia bertugas mengawal  terpidana mati kasus pembunuhan Sumarsih, dari kamar tahanan ke mobil Brimob. Suasana waktu itu terasa hening.
Kontras dengan kondisi biasanya, yang cukup ramai di rutan setempat. Bukan hanya itu, kondisi tak  biasa juga terasa dari aroma yang tercium di sekitaran rutan. Mendadak, ia dan pegawai rutan yang  lain, mencium bau bunga kamboja.
“Yang lebih aneh lagi, terdengar suara burung gagak. Padahal, tidak ada burung gagak di  sekitar rutan,” katanya heran. Pengalaman tak terlupakan lainnya, yakni melihat ketegaran Mary Jane, warga Filipina yang  lolos dari hukuman mati.
Narapidana kasus narkoba itu merasa tegar meski akan dieksekusi mati. Tidak ada rasa sedih,  bahkan saat pengambilannya dari Lapas Wirogunan. “Kebetulan waktu itu saya menjabat Kepala Satuan Pengamanan di Lapas Wirogunan. Sehingga, kerap  bertemu dan komunikasi dengan Mary Jane. Tapi, ia tampak tegar. Itu  yang membuat saya terkesan,” ce rita pehobi tenis tersebut.
Yang juga tak terlupakan, saat  ia masih menjabat Kasubsi Administrasi Perawatan di Rutan  Medaeng. Ia mendapat teror akan dibunuh, oleh mantan narapidana yang juga merupakan gembong narkoba. Alasannya, ia  melakukan pemindahan narapidana bandar-bandar narkoba  di Rutan Medaeng tersebut, ke lapas-lapas yang lain.
“Saya mencurigai adanya peredaran narkoba yang terjadi di dalam Rutan Medaeng. Makanya, saya pindahkan bandar-bandar  narkoba yang ada di Medaeng.  Rupaya, itu membuat geram bandar besarnya. Hingga mengancam akan mengarungkan saya atau membunuh saya. Tapi, saya bukannya takut dan justru malah merasa tertantang,” kenangnya.
Beberapa pengalaman itulah, menjadi penggalan cerita yang tak terlupakan bagi Wahyu. Di  samping masih ada seabrek kisah lainnya, tentang suasana yang  ada di rutan ataupun lapas. Termasuk cerita aksi tawuran warga  binaan yang ada di lapas.
Hal itu terus menjadi pembelajaran baginya, untuk bisa lebih  mendekati dan memahami ke butuhan para narapidana. Sehingga, hal-hal yang tak diinginkan seperti tawuran antar napi tersebut, tidak sampai terjadi di Rutan Bangil.
“Dulu waktu di Lapas Narkotika, bisa sebulan dua kali bahkan tiga kali, kasus perkelahian antarwarga binaan. Namun, disini sepertinya tidak ada. Makanya, hal yang berpotensi menjadi gesekan, akan terus kami  tekan.
Sementara hal yang baik seperti pemberian siraman rohani kepada para warga binaan, akan kami pertahankan. Bahkan, kalau perlu ditingkatkan,” tutur  lelaki kelahiran Solo, 5 Septem-  ber 1979 tersebut. (http://www.kabarbromoterkini.com/)
Share:

Friday, January 13, 2017

Wahyu Indarto Pimpin Rutan Kelas IIB Bangil

Pucuk Kepemimpinan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bangil, resmi berganti.
Tri Wahyudi menyerahkan posisinya kepada Wahyu Indarto dalam serah terima jabatan dan pisah sambut Karutan II B Bangil, Senin (10/01) lalu.
Tri sendiri telah menjabat selama 4 tahun 8 hari, dan kini mendapat tugas baru sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sedangkan Wahyu sendiri sebelumnya adalah Kepala Satuan Pengamanan di Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta.
Ditemui di sela-sela kesibukannya, Selasa (18/01), Wahyu mengaku bahwa jabatan baru yang diberikan kepadanya adalah amanah yang harus dapat dijaga dengan sebaik-baiknya.
“Dimanapun ditempatkan dan kapanpun, kami harus siap. Yang namanya amanah adalah tanggung jawab, sehingga mau tidak mau akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya serta berusaha seprofesional mungkin,” katanya.
Menurut Wahyu, Rutan II Bangil termasuk rutan yang sudah maju, lantaran sudah memperhatikan beberapa aspek, diantaranya kebersihan sel tahanan, hingga bagaimana upaya yang dilakukan pihak Rutan sendiri agar seluruh penghuninya tidak tertekan, atau bahkan stress saat menjalani hukuman.
“Saya baru lihat di Rutan Bangil ini bahwa ada pembinaan kerohanian yang secara rutin diberikan oleh Ustadz atau ustadzah kepada seluruh penghuni, sehingga ada pencerahan batin. Dan itu tidak saya temui di tempat lain, betul-betul saya kagumi,” imbuhnya.
Tak hanya masalah kerohanian, Rutan Bangil menurut Wahyu intens melakukan pengecekan kesehatan terhadap para tahanan, dan itu dilakukan seminggu sekali.
“Apa yang sudah baik di Rutan Bangil ini akan saya pertahankan. Apalagi ini masalah kesehatan, sangat saya perhatikan dan akan kami pertahankan,” terang pria asli Solo itu.
Sementara itu, saat ditanya seputar jumlah tahanan yang melebihi kapasitas rutan itu sendiri, Wahyu menegaskan bahwa dirinya akan terus berusaha untuk bisa memindahkan para tahanan yang baru saja inkrah alias telah diputus hakim di Pengadilan.
“Kapasitas hanya 200 orang, tapi jumlah penghuninya sudah 422 orang, jadi over capacity. Sudah kami usulkan pemindahan 14 tahanan ke Lapas Kelas I Surabaya melalui Kanwil, dan itu sudah kami lakukan,” urainya. (http://www.pasuruankab.go.id/)
Share:
Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger