Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Tuesday, June 27, 2017

Kunjungan Keluarga Warga Binaan Rutan Bangil Idul Fitri 1438 H

Suasana bahagia dan haru saat kunjungan Warga Binaaan Pemasyarakatan di Hari Raya Idul Fitri 1438 H

RUTAN BANGIL, berakhir sudah kunjungan keluarga bagi WBP Rutan bangil pada hari ini (27/06). Kunjungan keluarga yang dilaksanakan 3 hari sejak 25 Juni 2017 dan diadakan 2 gelombang, yakni Gelombang I (08.00-11.00 WIB) dan Gelombang II (13.00-14.30 WIB) telah mengurangi sedikit rasa rindu di hati Warga Binaan bersama keluarga.
Isak tangis antara pengunjung dan Warga Binaan saat Hari Raya Idul Fitri mungkin pemandangan yang biasa bagi para petugas di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara. Namun tetap saja suasana tersebut terasa mengharukan pula bagi para petugas yang tidak bisa berlebaran di hari pertama bersama keluarga dikarenakan tugas sebagai Petugas Pemasyarakatan.

Tiga hari ini adalah hari yang berat bagi para Petugas di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil dikarenakan jam kunjungan yang lebih lama dan juga jumlah pengunjung yang lebih banyak dari hari biasanya. Rata-rata pengunjung per hari sekitar 150 Pengunjung dan sekitar 90 Warga Binaan Pemasyarakatan yang dikunjungi, namun sebanyak 921 pengunjung dan 227 Warga Binaan yang dikunjungi pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan pada hari kedua sebanyak 539 pengunjung dan 223 Warga Binaan yang dikunjungi, dan pada hari ketiga sebanyak 807 pengunjung dan 422 Warga Binaan yang dikunjungi. Namun Alhamdulillah semua berjalan lancar walau dengan kekuatan petugas yang sangat minim, tidak ada kericuhan antara Warga Binaaan dan pengunjung dan tidak ada hal-hal yang mengacu kepada pelarian. (admin)


Share:

Monday, June 26, 2017

86 Napi Rutan Bangil dapat Remisi Khusus Idul Fitri 1438 H

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Selain menjadi momen kemenangan untuk seluruh umat Muslim, Hari Raya Idul Fitri juga menjadi hadiah yang sangat dinanti bagi sebagian besar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam. Seperti hal nya puluhan narapidana di Rutan Kelas II-B Bangil-Pasuruan, yang mendapatkan Remisi Khusus (RK) di Hari Raya Idul Fitri tahun 2017 ini.
Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri tersebut di harapkan dapat memotivasi warga binaan untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku yang sesuai dengan tuntunan agama.
"Melalui remisi ini juga dapat mempercepat proses kembalinya Narapidana dalam kehidupan masyarakat, yang selanjutnya juga akan memperbaiki hubungan antara narapidana dan keluarganya. Karena bagaimanapun narapidana mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga, sehingga akan tercapai tujuan sistem pemasyarakatan," ujar KaRutan Bangil Wahyu Indarto.
Sementara itu, menurut Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, pemberian remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan.

"Remisi Khusus Idul Fitri diberikan kepada narapidana yang beragama Islam yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, diantaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak melanggar peraturan di dalam rutan serta aktif mengikuti program pembinaan yang diberikan di rutan," terang Anjar Seto, seusai membacakan SK Kemenkumham RI no.W.15.791.PK.01.01.02 thn 2017, terkait remisi.
Sedangkan total narapidana yang diberikan remisi oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM, tahun ini sebanyak 86 orang dari 184 total jumlah napi yang ada di Rutan Bangil.
Lebih lanjut, wanita berhijab tersebut mengatakan bahwa Remisi Khusus (RK) yang diberikan sekarang hanya RK-I yang berkisar antara 15 hari sampai 1 bulan potongan masa hukuman. Sedangkan Remisi Khusus-II yang diberikan kepada narapidana yang langsung bebas tidak ada. (http://www.timesindonesia.co.id/)
Share:

Sunday, June 25, 2017

Friday, June 23, 2017

Friday, June 16, 2017

Warga Binaan Rutan Bangil Buka Puasa Bersama Keluarga

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ada suasana berbeda yang terlihat di dalam Rutan Kelas II-B Bangil, Kamis (15/6/2017) sore kemarin. Puluhan narapidana dan tahanan yang biasa disebut Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tampak bahagia dan sumringah mengikuti acara peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Rutan Bangil di Aula dalam lingkungan Rutan tersebut.
Selain para WBP, kegiatan yang mengambil tema "Peringatan Nuzulul Quran sebagai Momentum untuk Meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT" tersebut, juga diikuti oleh seluruh pegawai Rutan beserta keluarganya, serta keluarga para WBP.
Kebahagiaan para WBP terpancar, karena di dalam kegiatan itu mereka dapat berkumpul bersama keluarga mereka, untuk buka bersama. Sebelum acara buka bersama, mereka nampak khusyuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Rahmat Efendi dari Bangil yang menyampaikan pesan betapa pentingnya memohon segala hajat melalui shalat tahajud setiap malam, dan bukan hanya ketika ada perlunya saja, melaksanakan shalat tahajud. 
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemberian santunan oleh pihak Rutan kepada 10 anak yatim di lingkungan sekitar Rutan Bangil. Setelah Adzan Maghrib berkumandang, para WBP dan keluarganya melakukan buka bersama dengan penuh sukacita.
KaRutan Bangil, Wahyu Indarto mengatakan bahwa peringatan Nuzulul Quran kali ini diisi dengan agenda santunan kepada anak yatim, tausiyah/siraman rohani, buka bersama dan family Day, serta Khataman Al-Quran.

"Alhamdulillah, peringatan Nuzulul Qur'an ini dapat kita laksanakan bersama dengan lancar. Terutama agenda Family Day dan santunan anak yatim yang berasal dari dana sosial para pegawai Rutan Bangil. Semoga Barokah dan dicatat menjadi amal jariyah di Bulan Suci Ramadhan ini," terang Wahyu Indarto.

Sementara itu, menurut Kasie Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, kegiatan buka bersama atau Family Day tersebut diadakan untuk memberikan kesempatan kepada WBP agar dapat melakukan buka bersama di bulan suci Ramadhan ini dengan keluarga mereka.
"Biar mereka (WBP) punya kesempatan yang sama juga, untuk melakukan buka bersama dengan keluarganya, meski mendekam di dalam penjara," tutur wanita berhijab tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan tadarus Al-Qur'an oleh para WBP. (*)
Share:

Saturday, June 10, 2017

Ratusan Warga Binaan Rutan Bangil Ikuti Pelatihan ESQ

 
Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bangil Ikuti Pelatihan ESQ dengan antusias.(Foto: Robert/ TIMES Indonesia)
TIMESINDONESIA, JAKARTA – Guna memberikan pencerahan dan peningkatan kualitas hidup ke arah yang lebih baik lagi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B, Bangil-Pasuruan mengadakan Pelatihan Emotional Spritual Quantient (ESQ).
Pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Pesantren Kilat yang diadakan di Bulan Ramadhan ini.
Program pelatihan ESQ yang terselenggara atas kerjasama antara Rutan Bangil dengan Harris Muchtar, selaku Trainner ESQ Lisenzy Ary Ginanjar wilayah Jawa Timur tersebut, dihadiri oleh ratusan WBP dan seluruh petugas Rutan Kelas II B Bangil tanpa terkecuali, serta Koordinator ESQ wilayah Jatim dan Pasuruan.


Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (8/6/2017) hingga Jum'at (9/6/2017) hari ini.
Dalam sambutannya, Karutan Bangil, Wahyu Indarto, mendukung sekali dengan adanya kegiatan ini.
"Karena kegiatan ini besar sekali manfaatnya untuk pembentukan diri kita menjadi yang lebih baik. Untuk itu gunakanlah kesempatan ini sebaik-baiknya dan ambillah manfaat yang sebesar besarnya, serta bisa menerapkan apa yang sudah didapat didalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi Insan Kamil," jelas KaRutan Bangil, Wahyu Indarto saat menyampaikan sambutannya.
Sementara itu, pemateri trainer ESQ wilayah Jatim, Haris Muchtar menerangkan bahwa kegiatan ESQ meliputi 3 komponen yaitu IQ (Aktifitas berhitung), EQ (Akfifitas Emosional) dan SQ (Aktifitas Spiritual).
Dan kepada para WBP, penekanannya adalah kepada Spritual, yaitu keyakinan akan adanya perjumpaan dengan Sang Pencipta atau Allah.
"Untuk itu, dalam menjalani kehidupan ini kita dituntut untuk dapat berbuat baik setiap waktu dan setiap saat agar kita kembali keharibaan-Nya dalam keadaan Khusnul Khotimah," papar Haris.
Ia juga berharap kepada warga binaan, setelah keluar dari Rutan dapat berbuat yang terbaik atau bermanfaat bagi orang banyak dilingkungannya masing-masing.
Sedangkan Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Ibu Anjar Seto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kegiatan ESQ ini adalah kegiatan positif dimana kegiatan ini adalah merupakan penggabungan antara kecerdasan emosional dan spritual.
Dimana, tujuannya adalah agar kita dapat mencapai keseimbangan antara hubungan sesama manusia dan hubungan secara vertikal yaitu dengan Sang pencipta yaitu Allah SWT.
Sehingga akan tercapai kedamaian dan ketenangan dalam diri masing-masing peserta. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada warga binaan pemasyarakatan dan petugas Rutan yang hadir, untuk mengikuti ESQ  secara khidmat dan serius.
Karena menurutnya, ESQ bisa memberikan dampak dalam diri warga binaan, dan sebagai bahan muhasabah (introspeksi) untuk evaluasi diri bagi warga binaan selama hidup di dunia. (http://www.timesindonesia.co.id)

Share:

Thursday, June 1, 2017

Rutan Bangil Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kamis (1/6/2017) pagi, Rutan Klas II-B Bangil-Pasuruan menggelar upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang ke-72. Upacara yang digelar di halaman dalam Rutan Bangil itu diikuti oleh peserta dari Pramuka, petugas Rutan dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) wanita sebanyak 8 orang.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah KaRutan Bangil, Wahyu Indarto, sedangkan petugas bendera dan petugas pembaca UUD 1945 serta petugas pembaca Keppres tentang hari lahirnya Pancasila adalah anggota Pramuka Rutan.
 Dalam amanatnya, Ka Rutan Bangil Wahyu Indarto membacakan ringkasan sambutan Presiden Jokowi yang intinya bahwa dalam upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang baru pertama kali diadakan ini, adalah untuk meneguhkan komitmen kita untuk lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
"Yang perlu diingat, bahwa kodrat Bangsa Indonesia adalah kebhinekaan tunggal ika. Sehingga Presiden mengajak peran aktif para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Pancasila," urai KaRutan, Wahyu Indarto dalam pembacaan sambutan Presiden RI.
Sementara itu, terkait petugas bendera yang berasal dari Pramuka. Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Bangil, Anjar Seto, menjelaskan bahwa mereka adalah Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah berstatus napi dan telah dilatih serta bekerjasama dengan Kwarcab Bangil-Pasuruan sejak bulan Februari lalu.
"Mereka (anggota Pramuka) penghuni Rutan, jumlahnya sekitar 25 orang. Kita latih dengan kegiatan Pramuka seminggu sekali, setiap Hari Kamis. Sudah dua kali ini mereka kita libatkan sebagai petugas upacara di dalam Rutan, yang pertama waktu upacara peringatan Harkitnas 20 Mei lalu dan upacara peringatan hari lahirnya Pancasila sekarang ini," terang Ibu Anjar. 
Rencananya, kegiatan Pramuka di dalam Rutan Bangil akan ditingkatkan secara intens, agar segera terbentuk Gugus Depan (Gudep) setelah lebaran nanti. (www.timesindonesia.co.id)
Share:
Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger