Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Tuesday, March 27, 2018

Kuliah Umum Presiden, Unity in Harmony Menuju Birokrasi Berkelas Dunia Tahun 2024


Pagi ini, seluruh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) seleksi tahun 2017 mengikuti kuliah umum dari Presiden Joko Widodo, baik secara tatap muka langsung yang dilaksanakan di Istora Senayan Jakarta maupun secara jarak jauh melalui siaran langsung TVRI. Tak ketinggalan, seluruh CPNS Rutan Bangil ikut menyimak kuliah umum Presiden RI ke-7 tersebut. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat, sehingga PNS jangan hanya mengikuti rutinitas, harus selalu memunculkan rasa ingin tahu dan menciptakan inovasi-inovasi. Semangat menuju #ASNMASAKINI








Share:

Thursday, March 22, 2018

Kunjungan Ketua PERWOSI Kab. Pasuruan


Ny. Riang Kulup Prayuda selaku ketua PERWOSI (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) kabupaten Pasuruan beserta rombongan melakukan kunjungan dalam rangka Koordinasi kegiatan Tausiyah dan Olah raga bersama warga binaan wanita Rutan kelas IIB Bangil yang akan dilaksanakan 6 April 2018
PERWOSI sendiri terbentuk atas prakarsa mantan atlet wanita serta penggemar olahraga di Indonesia, yang kemudian disahkan oleh Direktorat Jendral Olahraga, berdasarkan SK No. 062 tahun 1967, tanggal 20 Mei 1967, di Jakarta.
Dalam kunjungan kali ini Ny. Riang Kulup Prayuda yang juga istri dari bapak wakil bupati kabupaten Pasuruan juga mengunjungi dapur untuk melihat menu makanan untuk warga binaan setiap harinya, dilanjutkan dengan mengunjungi setiap blok di dalam rutan terutama blok wanita untuk memberi info langsung kepada warga binaan tentang kegiatan yang akan berlangsung tanggal 6 April 2018 tersebut, setelah itu beliau menuju aula belakang rutan tempat dimana berkumpulnya para warga binaan yang sedang membuat prakarya maupun yang hanya sekedar bercengkrama, beliau juga menyempatkan diri mengunjungi tempat oleh oleh khas rutan bangil yaitu aneka olahan tempe buatan warga binaan. Setelah kunjungan usai bapak wahyu indarto selaku Kepala Rutan kelas IIB Bangil berdiskusi tentang kegiatan yang akan berlangsung 6 april 2018 tersebut dan memberikan cendramata asli buatan warga binaan.








Share:

Wednesday, March 21, 2018

Cegah Penularan TBC Ke Tahanan, Rutan II B Bangil Screening Pengunjung


Untuk mencegah berbagai macam penyakit menular masuk dan mengenai para tahanan, Rutan II B Bangil melakukan screening tuberkulosis (TBC) pada pengunjung.
Seperti yang terlihat pada Rabu (21/03/2018) pagi, di mana ratusan pengunjung diperiksa satu persatu oleh tim medis dari RSUD Bangil. Total ada 4 orang petugas yang disiapkan untuk mengecek ada tidaknya pengunjung yang terdiagnosa TBC.
Wahyu Indarto, Kepala Rutan II B Bangil mengatakan, tujuan utama dilakukan screening TBC tak lain sebagai bagian proteksi dini supaya seluruh tahanan tidak terkena penyakit menular yang dibawa dari luar, salah satunya dari keluarga yang membesuk para tahanan.
“Kita tahu kalau TBC ini khan penyakit menular dan cara penularannya melalui udara. Sekali batuk saja kalau yang menghirup itu kondisinya drop bisa tertular. Maka dari itu, kita screening seluruh pengunjung yang masuk ke sini,” kata Wahyu sembari melihat proses screening.
Pihak Rutan sendiri tidak membatasi jumlah pengunjung yang akan discreening. Hanya saja, lantaran ketidak adaan petugas medis dari rutan sendiri, maka screening TBC hanya dilakukan selama dua hari saja. Kata Wahyu, kegiatan creening ini juga merupakan bagian dari Peringatan Hari TBC sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 maret.
“Saya berterima kasih kepada pihak RSUD Bangil yang telah membantu kegiatan ini. Jelas-jelas sangat bermanfaat untuk bisa mencegah masuknya penyakit menular ke rutan,” imbuhnya.
Sementara itu, dari seluruh pemeriksaan, petugas menemukan 5 orang pengunjung yang didiagnosa mengidap TBC. Dr Darmi Sapto Kurniawati selaku ketua Tim Medis mengungkapkan, kelima pengunjung tersebut memiliki 5 ciri orang yang mengidap TBC, yakni batuk selama 3 minggu lebih disertai dahak, nyeri di dada, sesak nafas, penurunan berat badan, kehilangan energi, kurang nafsu makan, dan demam. Dirinya menyarankan agar pengunjung yang posotif TBC tersebut beristirahat total dan mengkonsumsi obat terus menerus sampai sembuh.
“Perawatan yang paling utama adalah istirahat. Maksudnya istirahat yang sempurna jiwa dan raga. Tekanan emosi atau pikiran yang mengganggu cenderung memperlambat proses kesembuhan. Jika keadaan TBC sudah hebat, ada baiknya penderita dirawat di rumah sakit agar tindakan pencegahan dapat diambil untuk melindungi masyarakat dan tersebarnya penyakit ini. Obat yang diberi harus diminum tidak boleh putus, kalau sampai putus, dikhawatirkan TBC nya tambah meluas,” tegasnya kepada Suara Pasuruan. (emil)

Share:

Pemasyarakatan Peduli TBC, Indonesia Sehat


RSUD Bangil, Puskesmas Bangil dan Rutan Kelas IIB Bangil bekerjasama melaksanakan kegiatan skrining TB (Tuberkulosis) pada setiap pengunjung dan beberapa Warga Binaan di Rutan Kelas IIB Bangil. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 21 Maret s/d 23 Maret 2018, Dalam rangka memperingati hari TB sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret. Pada tahun ini tema yang diambil adalah “Peduli TBC, Indoneisa Sehat”. 
TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga menyerang organ lain. Mycobacterium tuberkulosis ini telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia, dan menyerang 75 % pada kelompok usia produktif (15-50 thn). Di Indonesia sendiri merupakan penyebab kematian nomor 3 (tiga) setelah penyakit penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernapasan pada semua kelompok umur dan nomor 1 (satu) untuk golongan penyakit infeksi.
Skrining yang dilakukan pada hari ini dilakukan untuk melihat apakah pengunjung dan warga binaan memiliki gejala TB seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, keringat dingin di malam hari, dan penurunan berat badan secara drastis. Selain skrining, tahanan yang mengalami gejala TB akan diberikan masker dan penyampaian informasi mengenai penyakit TB. Dari hasil skrining hari pertama terdapat 120 orang pengunjung yang di skrining terdapat 3 orang pengunjung yang diduga suspek TB. Sedangkan dari 10 orang warga binaan yang diambil sampel dahaknya terdapat 3 orang yang diduga suspek TB. Untuk mengetahui hasil lebih lanjut dari pemeriksaan dahak yang dilakukan di laboratorium diperlukan waktu kurang lebih 3 hari. Bagi warga binaan yang suspek TB akan diberikan masker dan perlakuan khusus yaitu dipisahkan dengan warga binaan lain agar tidak menular. Selanjutnya warga binaan yang hasil pemeriksaan dahaknya positif TB akan diberikan pengobatan dari RSUD Bangil atau Puskesmas Bangil.












Share:

Sunday, March 4, 2018

Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger