Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Saturday, April 7, 2018

Hemat 50%, Warga Binaan Rutan Bangil Sukses Produksi Tempe


Rumah Tahanan (Rutan) II B Bangil punya sejuta cara untuk bisa memberdayakan warga binaannya. Salah satunya adalah pembuatan tempe.
Lauk favorit seluruh masyarakat Indonesia ini diproduksi oleh 5 warga binaan Rutan Bangil mulai akhir tahun 2017 lalu. Lantaran terbukti dapat menghemat biaya pembelian tempe hingga 50 %, pihak Rutan pun menggagas ide brillian ini, melalui pembuatan tempe.
Kepala Rutan II B Bangil, Wahyu Indarto mengatakan, tujuan produksi tempe adalah untuk memenuhi kebutuhan lauk 468 tahanan yang ada di Rutan Bangil.
"Lumayan bisa menghemat belanja tempe sampai 50%. Kebetulan ada salah satu warga binaan yang paham betul tentang produksi tempe, sehingga langsung dipraktekkan.  Dan ternyata rasanya enak dan tidak kalah dengan tempe-tempe yang dijual di pasar, klontongan maupun penjual keliling," kata Wahyu, di sela-sela melihat produksi tempe di Rutan Bangil, Sabtu (07/04/2018).
Setiap hari, rata-rata tempe yang diproduksi antara 15-25 kg, di mana untuk bahan baku tempe yakni kedelai, dibeli dari Pasar Bangil yang lokasinya berdekatan dengan Rutan Bangil. Kata Wahyu, selain dibuat untuk para warga binaan, rencananya tempe-tempe tersebut juga akan dijual ke Lapas Kota Pasuruan dan toko pracangan (sebutan untuk toko yang menjual ikan, sayuran dan buah di pasar).
"Kita sudah tawarkan ke Lapas Kota Pasuruan dan ternyata mau. Tinggal kita cari petugas untuk bisa mengantar tempe-tempe kita ke Lapas maupun siapa saja yang suka dengan tempe kita, " imbuhnya.
Tempe hasil karya warga binaan Rutan Bangil lantas diberi nama "Numani" yang kalau dalam Bahasa Indonesia berarti ketagihan.  Dijelaskan wahyu, nama tersebut sesuai dengan doa dan harapan dari seluruh penghuni Rutan Bangil supaya tempe buatan mereka laku keras di pasaran.
"Biar populer bak kacang goreng. Tempe ini hanya tahan 3 hari saja.  Jadi kalau pengen lama, bisa dimasukkan ke kulkas, " terangnya.
Sementara itu, Andik Prasetyo selaku Kepala Kesatuan pengamanan Rutan Bangil menjelaskan, untuk membuat tempe, langkah awal yang dilakukan adalah mencuci hingga bersih seluruh kedelai selama 10-15 menit. Setelah itu dilanjutkan dengan perebusan selama 45 menit.  Dari situ kedelai digiling supaya kulit ari nya lepas, kemudian direndam dengan air dingin selama 10 menit, kemudian dicuci hingga bersih dan dimasukkan ke perebusan yang kedua dan dibiarkan selama 30 menit, didinginkan kemudian dikasi ragi dengan perbandingan 1 kg kedelai dengan 1 sendok teh
"Membuat tempe kelihatannya gampang.  Tapi lumayan susah. Karena harus enak dan tidak berbau.  Dan yang jelas semuanya suka tempe. Alhamdulillah, 5 warga binaan kami sudah lihai dan jago dalam membuat tempe, "ungkapnya. (emil)

Share:

0 comments:

Post a Comment

Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger