Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Thursday, April 19, 2018

Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi WBP Rutan Bangil


Anggota TNI dari Koramil Bangil mengunjungi Rumah Tahanan Negara Bangil untuk melakukan kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Pembinaan Kesadaran Bela Negara” bagi Warga Binaan Pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Bangil yang bertujuan untuk Menumbuhkan rasa Nasionalisme dan rasa Patriotisme
Bela negara dalam arti luas merupakan sebuah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Pembelaan negara bukan semata-mata tugas TNI, tetapi segenap warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Hal ini selaras dengan penyampaian kedua Narasumber yang memberikan materi “Kesadaran Bela Negara”, yaitu Bapak Shafari dan Bapak Wirawan. Menurut beliau Bela Negara dalam arti sempit dapat diartikan sebagai “Taat atau Patuh”. Sedangkan dalam arti luas dapat diartikan dengan “Kewajiban setiap warga negara dalam menjaga stabilitas keamanan Negara”.
Dalam artian sempit perumpamaan yang diberikan beliau adalah kepatuhan para Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah melanggar hukum, supaya tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang diterapkan di Rumah Tahanan Negara Bangil. Sedangkan dalam artian luas perumpamaan kesadaran Bela Negara tidak semata-mata dilimpahkan pada oknum-oknum penegak hukum saja, melainkan seluruh warga negara Indonesia. Sebab hal ini sudah tercantum dalam UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”.
Maksud dari pasal tersebut adalah menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama, yaitu hak untuk ikut serta dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara. Yang berarti warga negara diharuskan supaya dapat ikut serta dalam usaha mempertahankan negara dari gangguan serta ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Bela negara dapat diawali dari rasa persatuan demi terciptanya rasa kekompakkan. Contoh lingkup terkecil dalam bela negara adalah dengan koordinasi pengamanan dari lingkup Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dll. Rasa persatuan ini sesuai dengan semboyan Pancasila “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu juga”. Dari adanya perbedaan akan menimbulkan rasa persatuan. Sehingga semakin menguatkan timbulnya rasa kesadaran Bela Negara.







Share:

0 comments:

Post a Comment

Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger