Selamat datang di website resmi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil

Thursday, August 30, 2018

Pisah sambut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Kelas IIB Bangil


Pisah sambut Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Kelas IIB Bangil berlangsung di aula Rutan Kelas IIB Bangil, Kamis (30/08/2018). Jabatan Ka.KPR diserahkan dari Andik Prasetyo kepada Bambang Hari Widodo. Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto mengatakan bahwa rolling ini adalah suatu yang biasa untuk penyegaran. ‘’Pak Bambang sebelumnya di Lapas Kelas III Bontang pindah tugas di sini, dan Pak Andik dari Rutan Bangil pindah ke Lapas Kelas IIB Mojokerto". Selain itu beliau berharap Ka. KPR yang baru dapat menjadikan Rutan Bangil jadi lebih baik lagi. Di kesempatan yang sama Ka. KPR yang baru Bambang menuturkan, dirinya akan melanjutkan program yang telah dibuat Andik. “Saya akan menjalankan tugas dengan semaksimal mungkin. Agar Rutan Bangil bisa lebih baik lagi,” cetusnya.

Video Kenangan untuk Pak Andik dari Rutan Bangil








Share:

Friday, August 24, 2018

Sholat Idul Adha dan Pemotongan Hewan Qurban Rutan Bangil


Gema takbir tengah berkumandang di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil sejak tadi malam (21/08). Sedangkan pagi ini terlihat ratusan warga binaan pemasyarakatan yang beragama muslim di Rutan Bangil berbondong-bondong melaksanakan Shalat Idul Adha di Aula Blok. Tampak ratusan warga binaan muslim mengangkat tangannya bertakbir saat melaksanakan Shalat Idul Adha 1439 H di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil (22/08/2018).
Usai menjalankan sholat berjamaah, Wahyu Indarto Karutan Bangil menyampaikan bahwa, pada dasarnya perayaan Idul Adha di Rutan Bangil ini sama halnya dengan yang ada diluar. Namun, jika diluar sana pelaksanaanya bagi masyarakat umum, sedangkan di Lapas khusus bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hari raya Idul Adha ini merupakan suatu bentuk manifestasi kecintaan dan keimanan kita sebagai umat muslim kepada Allah SWT. 
Kegiatan peringatan Hari Raya Idul Adha di Rutan Bangil ini merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya sebagai bentuk rasa syukur. Tidak hanya petugas yang melaksanakan kurban tetapi warga binaan yang mampu juga di anjurkan untuk berkurban. Pada pelaksanaan Idul Adha kali ini hewan qurban yang disembelih di Rutan Bangil sebanyak 1 ekor sapi dan 13 ekor Kambing. Menyembelih hewan qurban dan memasak hingga membagikannya kepada setiap warga binaan adalah puncak dari perayaan hari raya idul adha, walau tidak semewah hidangan diluar namun para warga binaan tetap merasakan idul adha adalah milik siapapun termasuk mereka para WBP Rutan Bangil.









Share:

Friday, August 17, 2018

Semarakkan HUT Kemerdekaan Indonesia, WBP Rutan Bangil Lomba 17-an


Gelora semangat untuk mengisi kemerdekaan tentunya harus menjadi milik segenap laporan masyarakat, tak terkecuali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Bangil. Meskipun secara hukum mereka dirampas kemerdekaannya, namun itu hanyalah kemerdekaan fisik semata karena sesungguhnya mereka tetap memiliki kemerdekaan untuk terus berkarya. Untuk itu, Rutan Bangil menggelar berbagai lomba tradisional yang diikuti oleh seluruh pegawai maupun WBP.
Kegiatan-kegiatan yang diperlombakan antara lain adalah perlombaan balap karung, balap kelereng, dan masih banyak lainnya.
Wahyu Indarto Kepala Rutan Bangil berharap lomba-lomba tersebut selain untuk menyemarakkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia, juga agar para WBP tidak jenuh. "Mereka di sini kan ruang lingkupnya terbatas, tidak seperti ketika dulu mereka di luar (penjara, red). Supaya bisa refreshing sedikit dari rutinitas kegiatan pembinaan di dalam Rutan." tuturnya di sela-sela perlombaan.
Keceriaan perlombaan di dalam Rutan Bangil tak kalah mengundang tawa daripada perlombaan di luar tembok penjara. Namun tetap saja tak sebanding apabila bisa berbagi keceriaan tersebut dengan keluarga tercinta. Diharapkan segala pembinaan, pelajaran, pelatihan yang diperoleh di Rutan Bangil dapat menjadi pelajaran hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik apabila telah kembali ke masyarakat kelak setelah bebas.












Share:

Penyerahan SK Remisi oleh Penjabat Bupati Pasuruan kepada Perwakilan Narapidana Rutan Bangil


Dalam rangkaian upacara bendera memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 di alun-alun Bangil Pasuruan, dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan Remisi oleh Penjabat Bupati Pasuruan kepada lima orang perwakilan narapidana Rutan Bangil. Kelima orang yang dipilih sebagai perwakilan penerima remisi adalah narapidana yang langsung bebas pada tanggal 17 Agustus 2018.
Wahyu Indarto Kepala Rutan Bangil berharap narapidana yang mendapat remisi bersyukur dan memperbaiki diri, "Bersyukur ya kalian. Ada yang dapat remisi 1 bulan, ada yang 2 bulan. Habis ini cari pekerjaan yang halal, jangan sampai masuk ke sini (Rutan Bangil, red) lagi." pintanya.
Total ada 159 orang narapidana Rutan Bangil yang mendapatkan Remisi Umum (RU) tahun 2018 ini, 8 orang diantaranya mendapatkan RU-II alias langsung bebas. Narapidana yang mendapatkan remisi adalah narapidana yang berkelakuan baik dan telah memenuhi syarat-syarat lain sesuai peraturan perundangan-undangan.











Share:

Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia


Upacara Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kerja Kita, Prestasi Bangsa
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Rutan Bangil kembali menyelenggarakan upacara bendera peringatan hari ulang tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia hari ini (17/08). Sesuai edaran dari Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat daerah-daerah di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menyegarkan kesadaran bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, yang penuh dengan keberagaman, yang menghirup udara Pancasila, yang hidup dalam tanah yang menumbuhkan benih dan buah persaudaraan.
Dalam pidatonya Wahyu Indarto Kepala Rutan Bangil membacakan sambutan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. Dalam sambutannya, beliau kembali mengingatkan dalam menyikapi kontestasi pemilihan presiden tahun 2019, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus netral. "Saya kembali mengingatkan, bahwa sebagai ASN, Anda adalah pelayan masyarakat, mari tetap kita pegang teguh netralitas dan fungsi kita sebagai pemersatu bangsa. Hindari berkomentar dan mengomentari hal-hal yang tidak perlu dan kontra produktif." pesannya.
Jajaran Kemenkumham harus mampu menjadi pelopor bukan pengekor, bekerja giat tanpa menghujat, berkarya tanpa mencela, dan berprestasi tiada henti, karena Kerja Kita Prestasi Bangsa.
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya dia dengan kemajuan selangkah pun. - Presiden Soekarno
Dirgahayu bangsaku, dirgahayu negeriku, dirgahayu Indonesia.
Jayalah bangsaku, jayalah negeriku, jayalah Indonesia.
Merdeka, merdeka, merdeka!!!









Share:

Friday, August 10, 2018

Doa Warga Binaan Rutan Bangil untuk Indonesia


Bangil - Ada yang "tak biasa" pada jumat pagi ini di Aula Blok Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil. Pagi ini ada momen khusus yang tidak dijumpai pada pelaksanaan yang sama di hari-hari sebelumnya. Ya, hari ini Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Bangil diinstruksikan mengikuti Istighosah Serentak dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 dengan tema "Kerja Kita Prestasi Bangsa " di Lingkungan Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Acara yang dipandu langsung oleh Da’i kondang ustadz Arifin Ilham dari kantor pusat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan di Jakarta berlangsung dengan khidmat. Seluruh elemen pemasyarakatan di Indonesia baik yang di pusat maupun di daerah turut serta mengikuti kegiatan ini, tidak terkecuali seluruh warga binaan dan para pegawai Rutan Bangil. Istighosah ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Shalat Ghaib untuk mendoakan para korban bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat. Sebelum kegiatan dimulai Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto menyampaiakan bahwa memang sekarang perhatian masyarakat Indonesia sedang tertuju pada bencana gempa bumi yang menelan ratusan korban jiwa di Lombok. Untuk itu kita sebagai sesama warga negara indonesia wajib untuk turut mendoakan bagi para korban gempa tersebut. Tak terkecuali bagi WBP Rutan Bangil, yang meskipun cuma dapat mengakses siaran televisi di jam-jam tertentu dan terbilang sangat minim, mereka sangat antusias memberikan dukungan dan bantuan sekalipun tidak bisa secara materi mereka mewujudkannya melalui do'a dalam kegiatan ini. Dengan terselenggaranya kegiatan Istighosah ini secara eksplisit menggambarkan tentang pembentukan karakter WBP dari program pembinaan kepribadian yang dijalankan selama ini berjalan cukup efektif, terbukti kepekaan, empati dan kepedulian para WBP kepada sesama, yang meskipun melalui cara yang sangat sederhana, merupakan indikasi dari upaya perbaikan diri para WBP.











Share:
Copyright © Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil | Powered by Namecheap Design by Aditya Pradana | Website Theme by Blogger